Apa itu kolesterol
Indoneberita.com - Ilmuwan menemukan tetes mata penurun kolesterol-Pada jaman modern ini, kolesterol
sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi setiap orang. Istilah ini
sudah semakin dekat dengan kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan kebanyakan
orang sudah terbiasa dengan gaya hidup yang tidak sehat dan mengakibatkan
rentan terhadap kolesterol. Kolesterol merupakan jenis senyawa kompleks yang
dihasilkan secara alami oleh tubuh kita dan juga dapat berasal dari asupan
makanan yang kita makan sehari-hari. Untuk itu kita perlu mengatasi kadar
kolesterol yang tinggi dalam tubuh.
Jenis Kolesterol
Sebelum kita membahas mengenai tetes mata
penurun kolesterol ada baiknya kita mengetahui apa itu kolesterol. Kolesterol
dibedakan menjadi 2 kategori yaitu LDL (Lows Density Lipoprotein) yang
biasa dikenal dengan istilah kolesterol jahat dan berbahaya bagi tubuh karena
dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit. Sedangkan jenis kolesterol lainnya
adalah HDL (High Density Lipoprotein) atau biasa dikenal dengan istilah
kolesterol baik. Kolesterol ini dapat dimanfaatkan bagi tubuh mengatasi
kolesterol jahat dan beberapa manfaat lainnya.
Tetes mata penurun kolesterol
Salah satu yang menjadi konsekuensi dari
tingginya kolesterol dapat mengganggu penglihatan. Dasar ini yang memberikan
ide bagi para ilmuwan untuk merancang sebuah tetes mata penurun kolesterol. Tetes mata ini diharapkan dapat
mengatasi gangguan penglihatan yang dialami oleh orang yang menderita
kolesterol tinggi. Pada sebuah penelitian telah dibuktikan bahwa sel-sel besar
atau sel makrofag dapat dijadikan cara untuk membersihkan kolesterol yang ada
di bagian mata. Khususnya bagi para orang yang lanjut usia dan sel-sel tersebut
tidak lagi memiliki respon yang baik untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Tetes mata penurun kolesterol yang sedang
dikembangkan oleh para peneliti ini adalah tetes mata mengandung obat yang
melepaskan kolesterol dari makrofag. Obat penurun
kolesterol ini disebut dengan liver X reseptor (LXR) agonis. Obat
ini dapat membantu mengembalikan fungsi dari makrofag ke keadaan sebelumnya dan
mencegah perkembangan dari AMD atau Age-related macular degeneration. Peneliti
menggunakan tikus sebagai hewan uji coba dan obat tersebut menunjukkan hasil
terhambatnya AMD pada tikus uji coba. Para peneliti berusaha untuk mencari tahu
bagaimana solusi untuk mengatasi gangguan tersebut dan diterapkan pada tikus
uji coba. Dengan mengambil sampel kolesterol makrofag didapat hasil bahwa sel
darah putih memiliki kadar ABCA1 (Protein pada sel darah putih untuk membawa
kolesterol jahat keluar) cukup rendah. Bila kadar ABCA1 rendah, maka adanya
resiko AMD rentan akibat dari adanya penumpukan kolesterol semakin meningkat
dan bila dibiarkan dapat memicu kebutaan pada usia lanjut.
AMD atau Age-related macular degeneration dapat
menyebabkan kerusakan pada macula dan daerah pada retina yang bertanggung jawab
untuk pusat penglihatan yang utama dengan resolusi tinggi. Bila kolesterol
telah mengganggu penglihatan dan menyerang pada pusat penglihatan dan
menyebabkan AMD tentu akan sangat dibutuhkan tetes mata penurun kolesterol yang
sedang dikembangkan tersebut.
Studi ini dapat dijadikan strategi baru di
bidang kesehatan untuk mencegah perkembangan dari AMD ke bentuk neovascular
dari penyakit. Neovaskular adalah pertumbuhan menyimpang dari pembuluh darah di
bawah macula yang terkait dengan berbagai penyakit pada mata. Pertumbuhan
pembuluh darah abnormal merupakan karakteristik yang tidak hanya terjadi pada
AMD tetapi juga pada proses penyakit yang lain yang terjadi diluar mata seperti
kanker dan juga atheroschlerosis. Demikian dijelaskan mengenai tetes mata
penurun kolesterol dan bagaimana cara kerja dari tetes mata tersebut.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !